JEJAKMALUT24.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan melalui Komisi II berencana memanggil Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) serta sejumlah instansi terkait untuk membahas kesiapan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebelum Komisi II turun langsung ke lapangan guna melakukan pengawasan terhadap harga dan stok kebutuhan pokok masyarakat.

“Dalam rapat internal Komisi II, kami sepakat sebelum turun ke lapangan terlebih dahulu memanggil Dinas Perindagkop untuk memaparkan apa saja yang telah disiapkan menjelang Ramadhan, khususnya terkait pengendalian harga bahan pokok agar tidak melampaui harga yang telah ditetapkan,” kata Abdurrahman.

Menurutnya, pengawasan akan difokuskan pada sejumlah komoditas strategis yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang Ramadhan, seperti beras, minyak kelapa, dan telur. Komisi II berharap pengendalian harga di tingkat pasar, kios, dan toko dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Komisi II juga berencana mengundang instansi terkait lainnya untuk membahas strategi pengawasan distribusi dan penjualan bahan pokok, terutama di titik-titik yang berpotensi terjadi permainan harga.

Abdurrahman mengungkapkan, sebelumnya Komisi II sempat menerima informasi terkait dugaan peredaran beras oplosan di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Namun, setelah melakukan penelusuran ke sejumlah kios dan toko di delapan kecamatan, pihaknya tidak menemukan adanya beras oplosan sebagaimana daftar yang diterima.

“Alhamdulillah, hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan beras oplosan sesuai daftar yang kami terima,” ujarnya.

Selain beras, Komisi II juga menyoroti potensi kenaikan harga minyak kelapa dan telur yang biasanya terjadi menjelang Ramadhan. Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Daerah untuk turun langsung ke pasar dan pusat-pusat distribusi guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa keterbatasan stok dapat memicu kenaikan harga di pasaran. Oleh sebab itu, Komisi II berharap Dinas Perindagkop memiliki data konsumsi masyarakat yang akurat sebagai dasar perencanaan kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap pemerintah memiliki data yang valid terkait kebutuhan masyarakat sehingga ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” pungkasnya.