JEJAKMALUT24.COM – Sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau panjang dan kekeringan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Shalat Istisqa berjamaah untuk memohon turunnya hujan.

Shalat Istisqa tersebut dilangsungkan di Halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Senin (7/9/2026) pagi. Pelaksanaan shalat berlangsung lancar dan khidmat.

Sejumlah pejabat dan aparatur Pemerintah Kota Tidore Kepulauan turut mengikuti pelaksanaan Shalat Istisqa. Di antaranya Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah dan Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan, Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, pimpinan OPD, camat, lurah, ASN dan non-ASN, serta Imam Syara se-Kecamatan Tidore.

Shalat Istisqa Dilangsungkan di Halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan

Lantunan dzikir mengawali pelaksanaan Shalat Istisqa. Bertindak sebagai imam dalam shalat tersebut yakni H. Humaidi M. Saleh, Imam Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Gurabati.

Sementara itu, khatib dalam pelaksanaan Shalat Istisqa adalah Ustadz La Rudi, Pimpinan Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib, Kelurahan Dowora.

Dalam khotbahnya, Ustadz La Rudi menyampaikan bahwa Allah SWT telah menjanjikan keberkahan dari langit dan bumi bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Keberkahan dari langit, kata dia, salah satunya berupa turunnya hujan, sedangkan keberkahan dari bumi berupa tumbuh-tumbuhan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

“Dan Shalat Istisqa adalah meminta hujan, akan diturunkan kepada sebuah negeri atau orang tertentu, hukumnya adalah sunah muakkad, sangat dianjurkan kepada kaum Muslimin dan Muslimah tatkala kita ditimpa oleh kemarau seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Ustadz La Rudi juga mengisahkan bahwa pada suatu ketika seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW untuk mengadukan kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Nabi kemudian memerintahkan dan mengajak umat untuk berdoa serta memohon kepada Allah SWT melalui pelaksanaan Shalat Istisqa.

Usai melaksanakan Shalat Istisqa, Ustadz La Rudi memimpin doa bersama untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan dan tidak menimbulkan bencana.

Doa tersebut diawali dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat, kemudian menghadap kiblat, mengangkat tangan, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.***