JEJAKMALUT24.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menjaga stabilitas harga pangan.
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi melalui penguatan ekosistem pangan yang sehat dan berkeadilan.
“Program ini memiliki dua dampak utama, yakni meningkatkan kualitas generasi masa depan sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujar Sudaryono, baru-baru ini.
Dalam pelaksanaannya, BGN berkomitmen membangun kemitraan yang sehat dan adil dengan seluruh mitra penyelenggara Program MBG. Bagi mitra yang telah berinvestasi membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN tengah menyiapkan skema penyelesaian agar mereka memperoleh kepastian dan tidak mengalami kerugian.
Selain itu, BGN menegaskan seluruh SPPG dilarang menggunakan minyak goreng MinyaKita, LPG 3 kilogram bersubsidi, maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam penyelenggaraan Program MBG.
“Apabila masyarakat menemukan pelanggaran, silakan laporkan kepada kami dan akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegas Sudaryono.
Kebijakan tersebut diterapkan agar komoditas bersubsidi tetap dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima manfaatnya.
Di sisi lain, BGN juga mengarahkan seluruh SPPG menyerap bahan pangan dengan mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, terutama petani dan peternak.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah telur ayam, yang merupakan bahan pangan utama dalam menu Program MBG. Sudaryono menegaskan Kepala SPPG wajib membeli telur sesuai harga acuan pemerintah agar peternak tidak dirugikan akibat fluktuasi harga.
Menurutnya, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui keberpihakan kepada petani, peternak, dan pelaku usaha pangan.
Melalui penguatan tata kelola, kemitraan yang berkeadilan, serta pengadaan pangan yang berpihak kepada produsen, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
