JEJAKMALUT24.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan berencana mengembangkan Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Kecamatan Tidore Utara, dengan fokus pada potensi wisata bahari dan wisata sejarah di Kelurahan Rum dan Rum Balibunga.
Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengatakan kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi pariwisata yang kuat serta akses yang mudah dijangkau wisatawan.
Menurut Daud, di Kelurahan Rum terdapat kawasan wisata seluas sekitar 7 hektare yang telah dibangun sirkuit. Kawasan tersebut akan disinergikan dengan pengembangan wisata bahari karena lokasinya berdekatan dengan pantai serta Pulau Maitara.
“Kita punya lokasi wisata di Kelurahan Rum seluas 7 hektare, lokasi ini sudah dibangun sirkuit dan akan disinergikan dengan pengembangan wisata bahari,” ujar Daud saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, di Kelurahan Rum Balibunga, Disbudpar berencana mengembangkan destinasi wisata sejarah yang berkaitan dengan jalur rempah dunia. Lokasi tersebut berada di depan Tempat Penampungan Akhir (TPA) dan akan dibangun papan nama titik nol jalur rempah.
Daud menjelaskan, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena pada tahun 1521 rombongan Eropa yang dipimpin Juan Sebastian De Elcano datang ke Tidore dan membawa rempah-rempah seperti cengkeh dan pala ke Eropa.
Peristiwa sejarah tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Rempah Nasional setiap 11 Desember, merujuk pada ekspor perdana 23,7 kuintal cengkeh dari Kesultanan Tidore ke Eropa pada 11 Desember 1521.
“Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan kawasan pariwisata di dua wilayah ini telah kami siapkan,” jelasnya.
Dalam pengembangan pariwisata, lanjut Daud, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Ia menilai Kelurahan Rum dan Rum Balibunga telah memenuhi ketiga aspek tersebut karena mudah diakses dari Kota Ternate maupun Sulawesi Utara dengan biaya transportasi yang relatif murah.
Meski demikian, Daud mengakui Kota Tidore masih memiliki keterbatasan fasilitas perhotelan dan penginapan. Karena itu, wisatawan yang berkunjung masih dapat memanfaatkan fasilitas akomodasi di Kota Ternate.
Ia berharap pembangunan kawasan wisata di dua kelurahan tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan transportasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pelaku jasa angkutan umum.
Untuk mendukung rencana tersebut, Disbudpar telah menyampaikan Rencana Kerja (Renja) kepada Bapelitbang untuk dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Total anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata di Rum dan Rum Balibunga diperkirakan mencapai Rp41 miliar.***







