JEJAKMALUT24.COM – Persaingan peraih Ballon d’Or 2026 berubah drastis setelah bergulirnya Piala Dunia. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu kembali menjadi faktor utama yang mengubah peta kandidat penerima penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.
Berdasarkan data Betfair, peluang Lionel Messi memenangkan Ballon d’Or 2026 melonjak hingga 966 persen. Sebelum Piala Dunia dimulai, peluang kapten Argentina itu hanya berada di angka 0,97 persen. Kini, angkanya meningkat menjadi 10,34 persen.
Lonjakan tersebut membuat Messi naik ke posisi lima besar kandidat Ballon d’Or 2026. Jika Argentina mampu melangkah lebih jauh di Piala Dunia, peluang La Pulga meraih Ballon d’Or kesembilan diprediksi akan semakin besar.
Meski demikian, Harry Kane masih menjadi kandidat terkuat peraih Ballon d’Or 2026 dengan peluang 22,27 persen. Posisi kedua ditempati Kylian Mbappé yang melonjak dari 4,36 persen menjadi 19,30 persen atau naik 343 persen setelah tampil impresif dengan tujuh gol di Piala Dunia.
Sejumlah pemain lain juga mengalami peningkatan signifikan. Jude Bellingham naik dari 0,64 persen menjadi 4,26 persen atau meningkat 566 persen. Sementara Erling Haaland memperbesar peluangnya dari 1,92 persen menjadi 6,59 persen setelah tampil tajam dan membawa Norwegia melaju hingga perempat final.
Selain itu, Michael Olise meningkatkan peluangnya menjadi 12,06 persen. Peluang Cristiano Ronaldo juga naik menjadi 2,79 persen, sedangkan Vinícius Júnior meningkat menjadi 2,13 persen.
Sebaliknya, beberapa pemain mengalami penurunan peluang dalam perburuan Ballon d’Or 2026. Declan Rice menjadi pemain dengan penurunan terbesar setelah peluangnya merosot dari 10,89 persen menjadi 3,45 persen atau turun 68 persen.
Penurunan juga dialami Khvicha Kvaratskhelia, Raphinha, Ousmane Dembélé, serta Julián Álvarez yang gagal mempertahankan tren positifnya selama Piala Dunia.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia kembali menjadi panggung paling menentukan dalam perebutan Ballon d’Or. Meski performa di level klub tetap menjadi pertimbangan, penampilan gemilang di turnamen internasional terbukti mampu mengubah peta persaingan hanya dalam hitungan pertandingan.***
