JEJAKMALUT24.COM – Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, kembali menjadi sorotan setelah membawa Albiceleste lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan tim nasional Tanjung Verde di babak 32 besar.
Kemenangan Argentina tidak hanya menjaga asa mereka mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga mematahkan prediksi kontroversial dari tokoh spiritual Ghana, Nana Kwaku Bonsam.
Beberapa hari sebelum pertandingan, dukun asal Ghana tersebut dengan yakin menyebut Tanjung Verde akan menyingkirkan skuad asuhan Lionel Scaloni. Prediksi itu pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun setelah Argentina berhasil menang, Nana Kwaku Bonsam justru mengubah sikapnya. Melalui unggahan di Instagram yang disertai foto Messi, ia menyampaikan pesan dukungan kepada sang megabintang.
“Aku, Nana Kwaku Bonsam, lebih mencintaimu, saudaraku Messi. Semoga kekuatan Kofi ‘Oo’ Kofi menyertaimu. Tetaplah kuat,” tulisnya dikutip dari marca.com, Minggu (5/7/2026).

Unggahan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena muncul tak lama setelah ramalannya terbukti keliru.
Bonsam juga memanfaatkan unggahan yang sama untuk memperingatkan pengikutnya mengenai akun media sosial palsu yang mengatasnamakan dirinya dan mencoba menipu masyarakat.
Perubahan sikap itu memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak netizen mengejek prediksi sang dukun yang gagal total.
“Ini hari terburuk bagi dukun Ghana itu,” tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar lain menyebut, “Messi mematahkan mantranya.”
Ini bukan pertama kalinya Nana Kwaku Bonsam menjadi sorotan dalam turnamen sepak bola besar. Ia sebelumnya mengklaim melakukan ritual spiritual untuk mencegah kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, mencetak gol saat menghadapi Ghana di fase grup Piala Dunia 2026.
Meski Inggris dan Ghana bermain imbang tanpa gol, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ritual atau praktik supranatural dapat memengaruhi hasil pertandingan sepak bola.
Sementara itu, Argentina tetap fokus melanjutkan perjalanannya di Piala Dunia 2026. Dengan Messi sebagai pemimpin di lapangan, juara bertahan itu kini memburu gelar dunia kedua secara beruntun.***
