JEJAKMALUT24.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan menegaskan perlunya langkah yang lebih agresif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dinilai penting menyusul menurunnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak pada semakin terbatasnya ruang fiskal daerah.

Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, mengatakan setiap tahun Pemerintah Daerah telah menetapkan target pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, realisasi di lapangan masih kerap belum mencapai target yang diharapkan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh OPD agar tidak lagi bekerja secara biasa-biasa saja dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah.

“Target pendapatan sudah jelas setiap tahun ditetapkan, tetapi realisasinya masih belum optimal. Dalam situasi TKD yang terus menurun, OPD harus lebih aktif dan kreatif menggali potensi PAD,” ujar Ade Kama.

Ia menegaskan, tekanan fiskal yang dihadapi daerah saat ini seharusnya menjadi pemicu perubahan pola kerja birokrasi, dari yang sekadar administratif menjadi lebih produktif dan berorientasi pada hasil.

DPRD, kata Ade, mendorong seluruh OPD untuk melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan PAD, baik melalui optimalisasi sektor-sektor yang sudah ada maupun pengembangan potensi pendapatan baru yang belum tergarap secara maksimal.

Selain mendorong peningkatan PAD, DPRD Kota Tidore Kepulauan juga berencana melakukan lobi ke pemerintah pusat guna memperjuangkan dukungan fiskal tambahan bagi daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.

“Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keuangan daerah ke depan. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis mampu menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Tidore Kepulauan,” tandasnya.***