Ekonomi Nasional Terkini
Beranda » Berita » Hujan Bikin Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Pemerintah Turun Tangan

Hujan Bikin Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Pemerintah Turun Tangan

Harga Cabai Selalu Naik Saat Ramadan

JEJAKMALUT24.COM – Harga cabai rawit merah kembali bikin dapur panas di awal Ramadan. Di sejumlah daerah, harganya menembus Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram.

Pemerintah pun tak mau kecolongan. Lewat operasi pasokan besar-besaran, cabai bakal “diserbu” ke pasar induk demi menekan gejolak harga.

Langkah ini dipimpin Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang memastikan stok sebenarnya aman. Masalahnya bukan kekurangan produksi, melainkan hujan deras yang membuat petani enggan memanen.

“Barang banyak di lahan. Tapi hujan tinggi membuat petik cabai jadi berisiko. Ini yang bikin distribusi tersendat,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dikutip dari laman resmi Bapanas, Minggu, (22/2).

Operasi Cabai ke Dua Titik Kunci

Kesultanan Tidore Terima 18 Ekor Sapi Kurban Idul Adha 1447 H, 11 Ekor Disalurkan ke Masjid Adat

Pemerintah membidik dua titik krusial distribusi: Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Tanah Tinggi. Dua pasar ini dianggap sebagai “jantung” pembentuk harga cabai di Jakarta dan sekitarnya.

Pasokan digerakkan dari sentra produksi Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian di Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Enrekang, NTB, Solok hingga Aceh.

Skemanya jelas:

  • Harga di petani: Rp 45.000/kg
  • Serapan pedagang pasar induk: Rp 50.000/kg
  • Target harga eceran: Rp 60.000–65.000/kg

Minimal 2 ton per hari akan digelontorkan selama dua pekan ke depan.

“Kalau tidak kita dorong sekarang, harga bisa bertahan di Rp 80 ribu. Bahkan di hilir bisa tembus ratusan ribu,” tegas Ketut.

Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Fakultas Kedokteran Gigi Jadi Harapan Baru Pendidikan di Tidore

Tahun Ini Masih Lebih Jinak

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga cabai rawit nasional pada minggu kedua Februari 2026 berada di Rp 67.038/kg. Kenaikan terjadi di 58,33 persen wilayah Indonesia.

Namun jika dibandingkan awal Ramadan 2025, kondisi tahun ini relatif lebih terkendali. Tahun lalu harga sempat menyentuh Rp 85.694/kg dengan lonjakan di 65 persen wilayah.

Artinya, gejolak memang ada. Tetapi belum separah tahun sebelumnya.

Presiden Ikut Pantau Harga

Pemkot Tidore Matangkan Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat 2026, Dinsos Gelar Rakor Lintas Sektor

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut stabilitas harga Ramadan menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden sampai tiga kali sehari menanyakan harga pangan. Pesannya jelas: jaga rakyat,” ujar Amran.

Kini publik menunggu, apakah strategi “serbu pasar induk” benar-benar ampuh menurunkan harga di tingkat konsumen, atau justru hanya menahan gejolak sementara di tengah cuaca yang belum bersahabat.***

Berita Populer

01

Kejari Tidore Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar, Indikasi Tersangka Menguat?

02

KKP Setujui Usulan Pemkot Tidore, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Maitara dan Tomalou Tahun Ini

03

Wali Kota Tidore Pastikan Pemerintahan Bersih dari Narkoba, 13 ASN Positif Jalani Asesmen

04

Heboh! Modus Penipuan Catut Nama Kejari Tidore, Minta Uang dalam Kasus Korupsi KPU

05

Lampaui HET, Harga Minyakita di Kota Tidore Jelang Ramadan Tembus Rp20 Ribu

06

Hari Pers Nasional 2026, Kepala BPBD Tidore Apresiasi Peran Media dalam Edukasi dan Mitigasi Bencana

07

Kejari Geledah Kantor KPU Tidore, Dokumen Disita, Komisioner Tidak Berkantor

08

Pemuda Pelajar Darussalam Tomalou Berbagi Takjil dan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Janda

09

Anggota SPN Polda Malut Jadi Korban Pemerasan, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Buron

10

IKK-Makayoa Kota Tidore Dikukuhkan, Wawali Ajak Paguyuban Bersinergi dengan Pemerintah

Daerah






Teknologi






Otomotif



Politik






Nasional





Olahraga






× Advertisement
× Advertisement