JEJAKMALUT24.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyetujui dua usulan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Tidore Kepulauan dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Dua wilayah yang terpilih yakni Desa Maitara dan Kelurahan Tomalou, yang akan mendapatkan pembangunan fasilitas penunjang lengkap mulai tahun 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Tidore Kepulauan, Hamid Abdul Latif, menjelaskan bahwa program KNMP merupakan program strategis nasional yang bertujuan memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
KNMP ini juga, kata Hamid sekaligus menunjang berbagai program prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis dan penguatan koperasi desa merah putih.
“Program ini merupakan kebijakan strategis nasional, sehingga pemerintah pusat meminta seluruh provinsi mengusulkan wilayah yang memiliki potensi perikanan dan kesiapan masyarakat nelayan,” kata Hamid.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah mengusulkan sekitar lima lokasi yang berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di beberapa kecamatan.
Namun, dari sejumlah usulan tersebut, pemerintah pusat baru mengakomodir dua wilayah yakni Maitara dan Tomalou.
Maitara dan Tomalou dipilih karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan serta memiliki fasilitas alat tangkap yang lebih lengkap dan memenuhi standar program nasional.
Selain itu, aktivitas perikanan yang cukup aktif serta kesiapan infrastruktur dasar menjadi faktor pendukung dalam proses seleksi.
Khusus untuk wilayah Maitara, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan dipusatkan di Maitara Tengah.
Wilayah ini bahkan masuk dalam daftar 36 titik prioritas nasional, sehingga menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Saat ini, proses pembangunan di Maitara telah memasuki tahapan MC-0 atau Mutual Check Awal.
“Tim teknis dari pemerintah pusat juga telah turun langsung meninjau lokasi pembangunan guna memastikan kesiapan lahan dan rencana pekerjaan sebelum pembangunan fisik dimulai,” terangnya.
Sementara itu, Kelurahan Tomalou turut diakomodir dalam program nasional yang mencakup sekitar 1000 titik KNMP di seluruh Indonesia.
Kehadiran program ini, lanjut Hamid diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nelayan sekaligus memperkuat pengelolaan hasil tangkapan di tingkat lokal.
Hamid menambahkan, pembangunan fasilitas penunjang di kedua wilayah tersebut akan dimulai pada tahun 2026.
Setidaknya terdapat sekitar 25 item pekerjaan yang akan dilaksanakan, meliputi berbagai sarana pendukung aktivitas nelayan, mulai dari fasilitas pengolahan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga sistem distribusi yang lebih modern dan terintegrasi.
“Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil tangkapan para nelayan nantinya akan dikumpulkan di satu lokasi yang representatif sehingga pengelolaan lebih tertata dan memiliki nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Hamid mengaku, pemerintah daerah optimistis pembangunan KNMP ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain meningkatkan pendapatan nelayan, program ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha turunan di sektor perikanan.
“Jika pembangunan selesai, dampaknya tentu tidak hanya dirasakan di Maitara dan Tomalou, tetapi juga secara umum akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan,” pungkas Hamid.***

