Daerah Ekonomi Terkini
Beranda » Berita » Lampaui HET, Harga Minyakita di Kota Tidore Jelang Ramadan Tembus Rp20 Ribu

Lampaui HET, Harga Minyakita di Kota Tidore Jelang Ramadan Tembus Rp20 Ribu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Yakub Maradjabessy

JEJAKMALUT24.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, harga minyak goreng bersubsidi Minyakkita di Kota Tidore Kepulauan melonjak tajam hingga menembus Rp20 ribu per liter. Padahal, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakkita sebesar Rp15.700 per liter.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional dan sejumlah toko, Minyakkita dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat yang tengah bersiap menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pokok selama Ramadan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Perindagkop, Dinas Ketahanan Pangan serta instansi terkait guna membahas kesiapan dan strategi pengendalian harga bahan pokok jelang Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, DPRD tidak ingin lonjakan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng, semakin melampaui ketentuan HET.

Kesultanan Tidore Terima 18 Ekor Sapi Kurban Idul Adha 1447 H, 11 Ekor Disalurkan ke Masjid Adat

Apalagi, Komisi II telah menemukan langsung di lapangan bahwa harga Minyakkita di pasaran sudah melebihi batas yang ditetapkan pemerintah.

“Kami akan memanggil instansi terkait dalam waktu dekat guna mengetahui sejauh mana kesiapan serta strategi mereka dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Yakub Maradjabessy, menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan melalui Satgas Pangan yang melibatkan Pemda dan Polri guna mengendalikan harga sekaligus menyamakan persepsi pedagang terkait penerapan HET.

“Salah satu cara yang perlu kita lakukan itu adalah menyamakan persepsi terkait harga HET yang diatur oleh pemerintah. Agar kenaikan harga minyak goreng yang dikenakan oleh pedagang itu tidak mendahului jauh dari HET yang ditentukan,” kata Yakub.

Menurut Yakub, tingginya harga Minyakkita di tingkat pedagang dipicu oleh harga perolehan Minyakkita dari distributor yang sudah melampaui ketentuan. Akibatnya, pedagang pun menjual dengan harga di atas HET.

Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Fakultas Kedokteran Gigi Jadi Harapan Baru Pendidikan di Tidore

“Karena harga perolehan sudah tinggi, maka harga jual ikut naik. Tugas kami melakukan pendekatan serta pengawasan agar harga tidak melambung jauh dari HET,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama Polresta masih fokus pada pengawasan dan imbauan kepada pedagang. Penindakan hukum belum dilakukan karena masih menelusuri persoalan distribusi dari sisi hulu.

Ke depan, pengawasan harga pangan termasuk minyak goreng akan diperkuat secara terintegrasi bersama Polri dan instansi terkait, termasuk Bulog.

Tim pengawasan tersebut telah dibentuk melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan.

Selain pengawasan, Pemda Tidore juga menyiapkan langkah cepat untuk menekan harga jelang Ramadan, di antaranya berkoordinasi dengan Bulog guna menyalurkan Minyakkita dan minyak goreng lainnya kepada masyarakat sesuai HET.

Pemkot Tidore Matangkan Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat 2026, Dinsos Gelar Rakor Lintas Sektor

“Ada beberapa langkah juga yang bisa kita lakukan yaitu berkoordinasi dengan Bulog, agar minyak goreng yang dimiliki oleh Bulog itu, baik itu minyakkita maupun minyak goreng jenis lain bisa kita salurkan ke masyarakat dengan harga yang sesuai dengan HET,” jelasnya.

Seluruh kios pangan juga diarahkan mengambil bahan pokok langsung dari Bulog dengan harga lebih murah.

“Selain itu, kita juga sudah membuat keputusan agar seluruh kios-kios pangan yang ada di Kota Tidore, bisa mengambil bahan pokok baik beras dan minyak itu dari Bulog dengan harga yang lebih murah,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Yakub, pemerintah daerah bersama Bulog dan Bank Indonesia juga tengah menyiapkan gelar pasar murah dalam waktu dekat guna menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan.***

Berita Populer

01

Kejari Tidore Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar, Indikasi Tersangka Menguat?

02

KKP Setujui Usulan Pemkot Tidore, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Maitara dan Tomalou Tahun Ini

03

Wali Kota Tidore Pastikan Pemerintahan Bersih dari Narkoba, 13 ASN Positif Jalani Asesmen

04

Heboh! Modus Penipuan Catut Nama Kejari Tidore, Minta Uang dalam Kasus Korupsi KPU

05

Lampaui HET, Harga Minyakita di Kota Tidore Jelang Ramadan Tembus Rp20 Ribu

06

Hari Pers Nasional 2026, Kepala BPBD Tidore Apresiasi Peran Media dalam Edukasi dan Mitigasi Bencana

07

Kejari Geledah Kantor KPU Tidore, Dokumen Disita, Komisioner Tidak Berkantor

08

Pemuda Pelajar Darussalam Tomalou Berbagi Takjil dan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Janda

09

Anggota SPN Polda Malut Jadi Korban Pemerasan, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Buron

10

IKK-Makayoa Kota Tidore Dikukuhkan, Wawali Ajak Paguyuban Bersinergi dengan Pemerintah

Daerah






Teknologi






Otomotif



Politik






Nasional





Olahraga






× Advertisement
× Advertisement