JEJAKMALUT24.COM – Stok bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan pada pekan keempat Februari 2026 dipastikan dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Meski sempat terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, beberapa bahan pokok kini justru mengalami penurunan harga.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tidore Kepulauan, Selvia M. Nur, mengatakan harga cabe rawit turun dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras juga mengalami penurunan harga dari Rp38.000 menjadi Rp35.200.
“Pada minggu ketiga Februari memang ada kenaikan di beberapa komoditi, namun di minggu keempat ini sudah terjadi penurunan, khususnya cabe rawit dan telur ayam ras,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Tol Laut Pasok 70 Kontainer Bahan Pokok ke Tidore
Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran 2026, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah mengantisipasi distribusi melalui jalur tol laut.
Pada 5 Maret 2026 mendatang, sebanyak 70 kontainer akan tiba di Tidore, dengan 62 kontainer di antaranya merupakan subsidi pemerintah daerah yang memuat bahan pokok.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga bapok di Kota Tidore serta mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Insya Allah stok bapok di Kota Tidore Kepulauan tetap aman hingga Lebaran,” tambah Selvia.
Update Harga Bapok Kota Tidore Februari 2026
Meski cabe rawit dan telur ayam ras mengalami penurunan harga, cabe keriting justru naik dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Berikut daftar harga bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan per pekan keempat Februari 2026:
- Beras Medium: Rp15.800/kg
- Beras Premium: Rp18.000/kg
- Bawang Merah: Rp60.000/kg
- Bawang Putih: Rp50.000/kg
- Daging Ayam Ras: Rp45.000/kg
- Cabe Rawit: Rp70.000/kg
- Cabe Keriting: Rp50.000/kg
- Telur Ayam Ras: Rp35.200
Secara umum, kondisi stok bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan masih stabil dan terkendali. Pemerintah daerah memastikan distribusi dan pasokan tetap berjalan lancar guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026.***
