JEJAKMALUT24.COM – Kelompok Tani Bobotoniu Indah, Kelurahan Seli, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, mengapresiasi dukungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Mayora yang menyuplai air untuk kebutuhan pertanian di tengah musim kemarau.

Salah satu petani, Osama M. Ikbal, mengatakan bantuan suplai air tersebut sangat membantu kelompok tani yang mengembangkan tanaman tomat di lahan seluas lebih dari 2 hektare.

Dalam satu minggu terakhir, Perumda Ake Mayora telah menyuplai sebanyak 7 tangki air untuk kebutuhan para petani tersebut. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter, sehingga total air yang disalurkan mencapai sekitar 28.000 liter.

Osama M. Ikbal menjelaskan, ketersediaan air menjadi kebutuhan penting bagi tanaman tomat, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang membuat kebutuhan suplai air meningkat.

“Sebagai petani, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Perusda Air Minum Ake Mayora Kota Tidore yang telah membantu memenuhi kebutuhan air untuk tanaman kami,” ujar Osama M. Ikbal.

Ia menyebutkan, dukungan tersebut sangat berarti bagi enam anggota Kelompok Tani Bobotoniu Indah yang mengelola lahan pertanian tomat di Kelurahan Seli.

Menurut Osama M. Ikbal, keberlanjutan suplai air sangat dibutuhkan agar tanaman tetap mendapatkan air yang cukup. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman dan produksi tomat dapat tetap terjaga selama musim kemarau.

Kelompok Tani Bobotoniu Indah berharap dukungan penyediaan air dari Perumda Ake Mayora dapat terus berlanjut sehingga aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan dan hasil produksi dapat maksimal.

“Apalagi di musim kemarau, kami berharap langkah Perusda Air Minum Ake Mayora Kota Tidore ini terus berlanjut,” harapnya.

Perumda Ake Mayora Prioritaskan Kebutuhan Air Bersih Rumah Tangga dan Petani

Sebelumnya, Direktur Perumda Ake Mayora, Abubakar Nurdin, mengatakan distribusi air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, air juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan para petani yang terdampak kekeringan.

Menurut Abubakar, pelayanan distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari langkah tanggap darurat dalam menghadapi krisis air selama musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan.

“Jadi, selain air bersih untuk rumah tangga, kita juga salurkan untuk petani. Seperti di Kalaodi kemarin, kita salurkan ke embung agar bisa dimanfaatkan oleh petani,” pungkasnya.

Dukungan distribusi air ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Kota Tidore Kepulauan.***