JEJAKMALUT24.COM – Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan, dr. Zuhrinah, Sp.PK, M.Kes, FIHFAA, mulai melakukan pembenahan internal sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di lingkungan RSD Tidore.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan inventarisasi kebutuhan riil di setiap unit pelayanan dan penunjang rumah sakit, yang melibatkan seluruh jajaran direksi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi manajemen yang sebelumnya dilaksanakan.
Dalam kunjungannya ke sejumlah unit kerja, dr. Zuhrinah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendata kebutuhan nyata di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing unit.
“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan unit terdata dengan baik dan setiap permasalahan dapat segera ditindaklanjuti. Kunjungan ini menjadi dasar manajemen dalam menyusun program prioritas serta perencanaan pengembangan RSD ke depan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya RSD Tidore, dr. Megawati Abubakar, Sp.JP, FIHA, menegaskan bahwa pendataan tidak hanya menyasar fasilitas fisik, tetapi juga kebutuhan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan anggaran.
Menurutnya, penguatan manajemen keuangan dan SDM menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Melalui kegiatan ini kami memperoleh gambaran langsung terkait kebutuhan tenaga, sarana kerja, serta dukungan anggaran di setiap unit. Hasil inventarisasi akan menjadi dasar perencanaan keuangan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Direktur Pelayanan RSD Tidore, Nurdiana E. Achmad, SKM, M.Kes, menekankan pentingnya optimalisasi mutu pelayanan medis dan keperawatan. Ia menyebutkan bahwa kunjungan langsung ke unit pelayanan menjadi momentum evaluasi terhadap alur layanan, standar operasional prosedur (SOP), serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada pasien berjalan cepat, tepat, dan aman. Masukan dari unit pelayanan sangat penting untuk menyempurnakan sistem pelayanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Sedangkan Wakil Direktur Penunjang, Ely Kasim, S.Kep, Ns, menyoroti pentingnya penguatan unit penunjang medis maupun nonmedis sebagai bagian integral dari pelayanan rumah sakit. Ia menilai ketersediaan peralatan, sistem teknologi informasi, serta fasilitas pendukung perlu terus ditingkatkan agar pelayanan berjalan maksimal.
“Unit penunjang memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan medis. Karena itu, kebutuhan peralatan, pemeliharaan fasilitas, serta penguatan sistem penunjang menjadi perhatian utama dalam pendataan ini,” pungkasnya.
Kunjungan Direktur RSD dan jajaran direksi disambut positif oleh kepala unit dan staf. Mereka berharap hasil inventarisasi segera ditindaklanjuti melalui program perbaikan dan pengembangan berkelanjutan.***







