JEJAKMALUT24.COM – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Maluku Utara terus memperkuat kolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Hal tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan RTLH yang dilaksanakan di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan H. Ismail Dukomalamo yang mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan.

Membacakan sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo menegaskan bahwa pembangunan RTLH bukan sekadar membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, masa depan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

“Rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, kenyamanan, serta tumbuh kembang anak. Bantuan pembangunan rumah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal, sanitasi yang memadai, akses air bersih, serta tingkat kesejahteraan keluarga.

Karena itu, menurutnya, pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kota Tidore Kepulauan.

“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi Kepala BKKBN Provinsi Maluku Utara beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga program ini dapat terlaksana. Kolaborasi menjadi kekuatan besar dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Ismail juga berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi keluarga penerima manfaat untuk terus membangun kehidupan yang lebih baik.

“Jagalah dan manfaatkan rumah ini dengan sebaik-baiknya sebagai tempat yang nyaman untuk membina keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas,” pesannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan RTLH merupakan bagian dari Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang menyasar keluarga berisiko stunting kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Ansar, program tersebut bertujuan mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas melalui peningkatan kondisi lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak.

“Program ini mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas, sebab salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup keluarga adalah lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak. Pembangunan RTLH memiliki peran strategis dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga serta percepatan penurunan kemiskinan,” jelasnya.

Melalui program RTLH ini, diharapkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat semakin meningkat, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Tidore Kepulauan.***