JEJAKMALUT24.COM – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memperkuat transformasi digital sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang mengusung tema “Sinergi Transaksi Digitalisasi Dalam Upaya Optimalisasi Meningkatkan PAD”, di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Tidore, Kamis (6/5/2026).

Sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mendorong percepatan digitalisasi guna meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” ujar Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga menyampaikan apresiasi atas capaian TP2DD Kota Tidore Kepulauan yang berhasil meraih penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pada tahun 2025.

Penghargaan tersebut meliputi TP2DD Kota Terbaik III Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua serta Rookie of The Year TP2DD Kota Terbaik II.

Menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan yang baik merupakan pondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, kompleksitas birokrasi masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Melalui digitalisasi, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan publik sekaligus menekan biaya operasional,” katanya.

Ismail menekankan tiga poin penting yang menjadi fokus percepatan digitalisasi daerah di Kota Tidore Kepulauan. Pertama, peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui optimalisasi peran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Upaya ini dinilai mampu memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan pajak daerah dan retribusi daerah sehingga mendorong Tidore menuju status daerah digital.

Kedua, optimalisasi PAD melalui digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wajib pajak sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Ketiga, memperkuat sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung transformasi digital. Untuk itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Bank Indonesia melalui TP2DD, sektor perbankan, dan seluruh OPD menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi layanan digital.

“Diperlukan kolaborasi Pemkot dengan Bank Indonesia melalui TP2DD serta komitmen kuat perbankan dan seluruh OPD untuk terus berinovasi menggunakan layanan digital,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan capaian yang telah diraih demi mewujudkan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

“Mari kita tingkatkan prestasi yang telah diraih dalam rangka upaya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah menuju Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah, maju, dan berkelanjutan untuk semua,” tutup Ismail.

Kegiatan High Level Meeting TP2DD tersebut turut menghadirkan tiga narasumber, yakni Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Airtalya J. Rando, Kepala Bank Maluku Maluku Utara Cabang Soasio Navalia Chairunnisa, serta Pimpinan PT Telkomsel Branch Ternate Fuji Permana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pimpinan BRI Cabang Soasio, pimpinan BNI Cabang Soasio, serta seluruh anggota Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Kota Tidore Kepulauan.***