JEJAKMALUT24.COM – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Langkah-langkah Konkret Kesiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Selasa (3/2/2026), sebagai bentuk kesiapan pemerintah memastikan Ramadhan berjalan aman dan kondusif.
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dan dihadiri Plt. Wakapolresta Tidore AKBP Muhammad Jufri Dukomalamo, Pasi Intel Kodim 1505 Tidore Letda Inf Iskandar Alting, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Tidore, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam arahannya, Sekda Ismail Dukomalamo menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor, terutama terkait keamanan daerah, ketersediaan pangan, serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan. Ia berharap masyarakat Kota Tidore Kepulauan dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang.
“Pemerintah daerah berharap kondisi Kota Tidore Kepulauan tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadhan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Wakapolresta Tidore AKBP Muhammad Jufri Dukomalamo menyampaikan bahwa Polresta Tidore akan melaksanakan Operasi Keselamatan Kie Raha 2026 mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.
Ia juga menegaskan bahwa selama bulan Ramadhan tidak akan diberikan izin keramaian. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban daerah.
“Melalui sinergi dan kerja sama seluruh pihak, kita harapkan situasi tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadhan,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Pasi Intel Kodim 1505 Tidore Letda Inf Iskandar Alting yang menyatakan kesiapan TNI dalam membantu pemerintah daerah dan kepolisian menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci.
Usai rapat koordinasi, rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Gosalaha Kota Tidore Kepulauan guna memantau ketersediaan serta harga bahan pokok. Sidak tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kekurangan stok menjelang Ramadhan.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan kondisi ekonomi daerah tetap stabil selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah.***
