JEJAKMALUT24.COM – Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Tidore Kepulauan berjalan dengan baik. Kepastian tersebut disampaikan setelah Komisi I DPRD melakukan cross-check langsung ke sejumlah dapur penyedia makanan di delapan kecamatan.

Sarmin mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat dua kecamatan yang masih dalam tahap rehabilitasi dapur, yakni Kecamatan Oba dengan lokasi dapur di Desa Bale dan Kecamatan Oba Selatan yang berlokasi di Desa Wama.

“Untuk Kecamatan Oba Tengah, dapurnya direncanakan berada di Lileo dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih tiga bulan ke depan. Sementara di Kecamatan Oba Utara, dapur yang berada di Kelurahan Gura Ping sudah beroperasi dan distribusinya berjalan dengan baik,” ujar Sarmin.

Di wilayah Pulau Tidore, lanjutnya, Kecamatan Tidore Selatan memiliki dapur yang berlokasi di SPN, sedangkan Kecamatan Tidore Utara direncanakan berlokasi di Kelurahan Omeh. Saat ini, distribusi makanan masih difokuskan ke Kelurahan Kelodi meski menghadapi kendala jarak dan keterbatasan kendaraan.

Menurut Sarmin, Komisi I DPRD Tidore menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penyediaan dapur alternatif di tingkat kelurahan untuk mempermudah distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

“Karena kendala rentang kendali dan akses kendaraan, kami menyarankan agar jika memungkinkan dapat disiapkan dapur alternatif di tingkat kelurahan sehingga distribusi lebih efisien dan tepat waktu,” katanya.

Ia menjelaskan, pola dapur induk dan dapur penunjang juga diterapkan di wilayah Oba. Selain dapur induk di Desa Bale, disiapkan dapur penunjang di Kususnopa. Begitu pula di Oba Selatan, selain dapur utama di Desa Wama, pemerintah juga merancang dapur penunjang di sekitar Desa Lifofa atau Desa Tagalaya.

Dari hasil pengecekan langsung ke dapur dan sejumlah sekolah penerima manfaat, Komisi I DPRD Tidore memastikan ketersediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis masih relatif aman.

Selama empat hingga lima bulan pelaksanaan program, hampir seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari wilayah Kota Tidore Kepulauan.

“Untuk saat ini, yang masih disuplai dari luar daerah hanya ayam dan telur karena ketersediaan peternak lokal belum mencukupi. Sementara bahan baku lainnya semuanya berasal dari Tidore, termasuk tenaga kerja yang seluruhnya merupakan putra-putri daerah,” ungkapnya.

Terkait penerima manfaat, Sarmin menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya keluhan dari sekolah maupun para siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis.

“Dari hasil cross-check kami, siswa dan sekolah justru merasa bersyukur dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini. Sampai hari ini belum ada keluhan yang kami temukan,” pungkas Sarmin Mustari.***