Daerah Terkini
Beranda » Berita » Wali Kota Muhammad Sinen Tegas soal Demo Warga Bobo: Silakan Aksi, Tapi Jangan Blokir Jalan

Wali Kota Muhammad Sinen Tegas soal Demo Warga Bobo: Silakan Aksi, Tapi Jangan Blokir Jalan

Demo Dugaan Rasisme di Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara Berlangsung Ricuh

JEJAKMALUT24.COM – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan aksi demonstrasi merupakan hak masyarakat, namun tidak boleh mengganggu kepentingan umum dengan melakukan pemblokiran jalan.

Penegasan tersebut disampaikan Muhammad Sinen saat turun langsung menghadapi aksi demonstrasi masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Senin (18/5/2026), terkait dugaan rasisme terhadap warga Bobo.

Aksi demonstrasi sempat memanas setelah massa menutup akses jalan utama di Kelurahan Bobo. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi aksi.

Muhammad Sinen mengaku hadir di lokasi atas permintaan pihak kepolisian untuk membantu menjaga situasi tetap kondusif. Ia menegaskan kehadirannya bukan untuk membubarkan aksi demonstrasi.

“Saya hadir karena diminta oleh Kapolresta agar turun bersama-sama. Jadi, saya datang bukan untuk mengganggu aksi demonstrasi. Mau demo silakan, karena itu hak masyarakat. Tapi tidak boleh mengganggu aktivitas umum,” tegasnya.

Kesultanan Tidore Terima 18 Ekor Sapi Kurban Idul Adha 1447 H, 11 Ekor Disalurkan ke Masjid Adat

Menurutnya, pemblokiran jalan sangat merugikan masyarakat lain, bahkan sempat menghambat kendaraan yang membawa pasien menuju rumah sakit.

“Saya minta jalan dibuka karena ada mobil yang membawa orang sakit sempat tertahan. Ini terkahir, kalau nanti demonstrasi masih disertai pemblokiran jalan, saya akan minta kepolisian menangkap otak di balik aksi tersebut,” ujar Muhammad Sinen.

Ia juga meminta masyarakat Kelurahan Bobo tetap tenang dan mempercayakan penanganan dugaan kasus rasisme kepada pihak kepolisian yang saat ini tengah berproses.

“Sebagai Wali Kota, saya berkewajiban menjaga agar aktivitas masyarakat di Kota Tidore Kepulauan berjalan kondusif,” tegasnya.

Sekedar diketahui, aksi yang dilakukan Masyarakat Bobo ini, karena dipicu oleh dugaan rasisme. Mereka kemudian mendesak Sultan Tidore untuk hadir di tengah masyarakat guna memberikan penjelasan terbuka mengenai sejarah masyarakat Bobo dari perspektif Kesultanan Tidore.

Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Fakultas Kedokteran Gigi Jadi Harapan Baru Pendidikan di Tidore

Menurut mereka, penjelasan itu penting untuk menjawab polemik yang berkembang di media sosial maupun di tengah masyarakat.

Selain itu, massa juga meminta Polresta Tidore memberikan penjelasan terkait perkembangan laporan terhadap akun media sosial bernama “D’Facto” yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua..***

Berita Populer

01

Kejari Tidore Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar, Indikasi Tersangka Menguat?

02

KKP Setujui Usulan Pemkot Tidore, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Maitara dan Tomalou Tahun Ini

03

Wali Kota Tidore Pastikan Pemerintahan Bersih dari Narkoba, 13 ASN Positif Jalani Asesmen

04

Heboh! Modus Penipuan Catut Nama Kejari Tidore, Minta Uang dalam Kasus Korupsi KPU

05

Lampaui HET, Harga Minyakita di Kota Tidore Jelang Ramadan Tembus Rp20 Ribu

06

Hari Pers Nasional 2026, Kepala BPBD Tidore Apresiasi Peran Media dalam Edukasi dan Mitigasi Bencana

07

Kejari Geledah Kantor KPU Tidore, Dokumen Disita, Komisioner Tidak Berkantor

08

Pemuda Pelajar Darussalam Tomalou Berbagi Takjil dan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Janda

09

Anggota SPN Polda Malut Jadi Korban Pemerasan, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Buron

10

IKK-Makayoa Kota Tidore Dikukuhkan, Wawali Ajak Paguyuban Bersinergi dengan Pemerintah

Daerah






Teknologi






Otomotif



Politik






Nasional





Olahraga






× Advertisement
× Advertisement